darkFlash di COMPUTEX 2025: Eksplorasi Antariksa atau Sekadar Gimmick Marketing?

3 min read

Taipei – Dengan semangat petualangan luar angkasa sebagai temanya, darkFlash tampil percaya diri di COMPUTEX 2025. Namun di balik slogan “Space Exploration” dan desain futuristik, muncul pertanyaan: apakah ini benar-benar terobosan teknologi, atau hanya balutan estetika untuk produk yang sebenarnya biasa saja?

Cek juga: Monster SSD dari XPG: MARS 980 STORM Tampil Ganas di COMPUTEX 2025

Seri andalan tahun ini, Explore Series, diklaim sebagai lompatan revolusioner dalam sistem pendinginan PC. Mengusung desain modular yang terinspirasi kapsul luar angkasa dan aerodinamika, produk ini memang tampil beda. Fitur seperti layar magnetik yang bisa dilepas dan menampilkan data real-time seperti suhu CPU/GPU hingga animasi GIF memang impresif. Tapi, bukankah ini sekadar evolusi dari fitur yang sudah dimiliki kompetitor seperti NZXT atau Lian Li sejak beberapa tahun lalu?

Begitu pula dengan air cooler yang membawa LED dot-matrix sebagai indikator suhu: menarik secara visual, tapi belum tentu efisien secara teknis. Inovasi? Mungkin. Revolusi? Belum tentu.

darkFlash di COMPUTEX 2025

Kolaborasi darkFlash dengan Sanrio untuk menghadirkan casing mini bertema Hello Kitty dan kawan-kawan sukses menarik perhatian pengunjung. Namun tak bisa dipungkiri bahwa langkah ini lebih terasa seperti strategi marketing untuk menjangkau segmen kasual dan penggemar karakter lucu ketimbang penggemar performa PC high-end.

Tentu, casing bertema karakter pop bukan hal baru. Tapi apakah fan Hello Kitty benar-benar mencari casing dengan ekspansi pendinginan maksimum dan airflow optimal? Atau ini hanya sekadar koleksi yang “imut” namun fungsionalitasnya terbatas?

darkFlash juga memperkenalkan lini power supply PMT dan EMT Series, yang sudah mendukung standar ATX 3.1 dan PCIe 5.1. Dari segi spesifikasi, ini adalah langkah maju. Varian 1250W dengan jaminan garansi 10 tahun menunjukkan ambisi serius. Namun memasuki pasar PSU premium bukan hal mudah—Seasonic, Corsair, dan ASUS telah menanamkan standar tinggi dalam efisiensi dan kestabilan daya.

Satu hal yang patut dicatat: EMT Series hadir dengan kabel ARGB bercahaya, yang meskipun menarik dari sisi estetika, masih harus dibuktikan apakah benar-benar memberi nilai tambah selain visual RGB semata.

Pada lini keyboard dan mouse, darkFlash menawarkan DFM 80 Pro, mouse ringan 48g dengan sensor PAW3395. Spesifikasi solid, tetapi pasar mouse kompetitif sudah dibanjiri produk sejenis dari Razer hingga Glorious. Tanpa sesuatu yang benar-benar membedakan, produk ini rawan tenggelam dalam persaingan.

Sementara itu, keyboard EZ68 magnetic switch memang menjanjikan polling rate 8000Hz—fitur yang sudah mulai jadi standar di kalangan enthusiast. Sayangnya, tak banyak detail teknis lain yang dibagikan, membuatnya sulit untuk benar-benar dianggap disruptif.

darkFlash tampaknya ingin memposisikan diri sebagai penjelajah baru dalam lanskap hardware PC global. Sayangnya, di balik desain “luar angkasa” dan kilauan RGB, banyak produk yang masih terasa seperti pengejar tren ketimbang pelopor inovasi.

Untuk para gamer dan kreator, beberapa produk mungkin cukup menggoda. Namun untuk para penggemar teknologi sejati, COMPUTEX 2025 dari darkFlash ini mungkin lebih pantas disebut sebagai showcase marketing cerdas—bukan lompatan teknologi sejati.

You May Also Like

More From Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments