|

Revolusi AI Dalam Hiburan, Bisa Dorong Hilangnya Banyak Pekerjaan

Dalam diskusi baru-baru ini, CEO Netflix Ted Sarandos menyamakan kebangkitan kecerdasan buatan (AI) dengan pergolakan teknologi sebelumnya di industri hiburan. “Ingat bagaimana semua orang menentang video rumahan? Selama beberapa dekade, studio tidak melisensikan film ke televisi,” Sarandos merenung. “Setiap kemajuan dalam teknologi hiburan menghadapi hambatan, namun pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis. Saya yakin hal ini tidak akan berbeda.”

Cek juga: Bocoran Spesifikasi Terbaru ASUS ROG Ally X

Sarandos lebih lanjut membandingkan era AI dengan transisi dari persewaan DVD ke streaming—sebuah transformasi yang dipimpin oleh Netflix sendiri. “Kami memasuki bisnis transisi ketika kami mulai mengirimkan DVD 25 tahun lalu. Kami tahu media fisik bukanlah masa depan,” katanya.

Menekankan potensi AI di bidang kreatif, Sarandos menyatakan, “AI adalah evolusi alami dari alat yang kita gunakan saat ini. Sama seperti tahapan volume yang belum menggantikan pengambilan gambar di lokasi, AI akan digunakan oleh penulis, sutradara, dan editor untuk meningkatkan pekerjaan mereka dan meningkatkan efisiensi.”

Netflix sebelumnya telah membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan operasinya, termasuk akuisisi dan pembuatan konten, menurut Business Insider.

Kemajuan & Implikasi AI

Pada bulan Februari, OpenAI memperkenalkan Sora, generator teks-ke-video mutakhir yang mampu menghasilkan klip definisi tinggi yang sangat realistis. Sora dapat membuat adegan rumit dengan banyak karakter, gerakan tertentu, dan latar belakang mendetail, bahkan menghasilkan banyak pengambilan gambar dalam satu video.

Artis Chillwave Washed Out baru-baru ini merilis video musik berdurasi empat menit yang seluruhnya dibuat menggunakan Sora, menyoroti potensi kreatif AI tetapi juga meningkatkan kekhawatiran tentang perpindahan pekerjaan di industri kreatif.

Kekhawatiran Atas Perpindahan Pekerjaan

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja bukanlah hal baru. Sam Altman, CEO OpenAI, mengakui potensi teknologi AI menyebabkan hilangnya pekerjaan secara luas. Altman telah menganjurkan pendapatan dasar universal (UBI) sebagai solusi terhadap gangguan ekonomi yang mungkin ditimbulkan oleh AI. Baru-baru ini, dia menyarankan alternatif: “komputasi dasar universal”. Konsep ini akan memberi individu sebagian daya komputasi dari sistem AI canggih seperti GPT-7, yang dapat mereka gunakan, jual kembali, atau sumbangkan untuk tujuan seperti penelitian kanker.

Kemajuan pesat dalam AI, seperti yang ditunjukkan oleh alat seperti Sora, menggarisbawahi potensi transformatif dan kekhawatiran signifikan seputar integrasi AI ke dalam berbagai sektor. Seiring dengan terus berkembangnya AI, industri perlu beradaptasi, mencari cara untuk memanfaatkan manfaatnya sekaligus memitigasi dampaknya yang mengganggu terhadap tenaga kerja.

Similar Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments