9060 XT Resmi Tersedia Di Indonesia, Performa Kencang - Harga Masuk Akal?

2 min read

Setelah debut global beberapa waktu lalu, lini kartu grafis AMD Radeon RX 9060 XT kini resmi tersedia di Indonesia. GPU kelas menengah atas ini ditujukan untuk gaming 1440p, namun ketersediaan awal dan banderol harganya justru memunculkan tanda tanya besar.

GPU kelas menengah ini menawarkan performa untuk gaming 1440p—namun pilihan varian dan harga yang ditawarkan justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan calon pembeli.

Cek juga: Bocoran APU Ryzen 9000G Muncul Diam-Diam Lewat Update BIOS ASRock

Di pasar lokal, RX 9060 XT tersedia dalam dua konfigurasi memori:

  • Varian 16GB GDDR6, yang diharapkan menjadi standar untuk workload lebih berat

  • Serta versi 8GB GDDR6, yang lebih murah namun berisiko cepat kedodoran untuk game AAA modern

Kedua varian ini tetap menggunakan interface memori 128-bit, yang cukup sempit untuk kelas GPU seharga 7 jutaan. Artinya, meski kapasitas memori terlihat besar di atas kertas, bandwidth efektifnya tergolong terbatas, terutama di resolusi 1440p ke atas.

Harga Mulai 6 Jutaan

Dari penelusuran beberapa marketplace besar dan retailer lokal, harga RX 9060 XT varian 8GB dibanderol mulai Rp 6.299.000, sementara versi 16GB dijual di kisaran Rp 7.499.000 hingga Rp 7.899.000, tergantung merek dan sistem pendinginnya.

Sayangnya, harga ini membuat RX 9060 XT berada di posisi yang agak janggal.

  • Varian 8GB terlalu dekat dengan RX 7600 XT atau bahkan RTX 4060 Ti

  • Varian 16GB justru nyaris menabrak harga RX 7700 XT yang punya performa dan spesifikasi lebih agresif

Secara performa, RX 9060 XT masih bisa diandalkan untuk gaming 1080p dan 1440p, terutama dalam skenario rasterisasi. Tapi dengan TGP 225W, efisiensinya tak terlalu impresif. Di sisi fitur, AMD mengandalkan FSR tanpa dukungan Frame Generation seperti DLSS 3, yang bisa menjadi faktor penentu bagi gamer yang mengincar smooth experience di judul-judul berat.

Masuknya RX 9060 XT ke pasar Indonesia memang memperluas opsi GPU di kelas menengah. Namun, kombinasi antara VRAM besar tapi dibatasi bandwidth, harga yang tidak kompetitif, serta spesifikasi yang setengah hati membuat kartu ini tampak sulit bersaing di tengah pasar yang mulai jenuh dengan GPU tanggung.

Untuk saat ini, pengguna disarankan menunggu koreksi harga, atau melirik opsi lain yang lebih jelas positioning dan nilainya.

You May Also Like

More From Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments