COMPUTEX 2025: Jensen Huang Tegaskan Nvidia Bukan Lagi Perusahaan GPU

2 min read

Taipei — Jensen Huang, CEO Nvidia, membuka keynote COMPUTEX 2025 dengan pernyataan tegas: “Kami sekarang adalah perusahaan infrastruktur AI.” Dalam pidato berdurasi lebih dari 90 menit, pembahasan soal GeForce hanya jadi selingan. Fokus utama? Chip dan server AI berskala masif yang menopang transformasi digital global.

Cek juga: Acer Swift X 14 AI & Swift X 14 Resmi Dirilis: Laptop Creator Premium RTX 5070 & Layar OLED 3K

Jika kalian berharap pengumuman besar soal RTX 5090 atau chip GeForce generasi selanjutnya, kali ini Huang punya prioritas lain. Keynote-nya terasa seperti lanjutan dari GTC Maret lalu, menyoroti roadmap Nvidia selama empat tahun ke depan dalam membangun GPU untuk data center AI.

COMPUTEX 2025: Jensen Huang Tegaskan Nvidia Bukan Lagi Perusahaan GPU

Produk yang paling disorot adalah server GB300 berbasis arsitektur baru Grace Blackwell Ultra, yang diklaim mampu memberikan peningkatan performa 50% dibanding generasi sebelumnya (GB200). Server ini ditargetkan rilis kuartal ketiga tahun ini, dan secara jelas diarahkan ke klien enterprise berskala besar.

“OpenAI, xAI, Meta — mereka semua membangun AI factory dengan GPU kami,” ujar Huang. “Mereka bukan hanya data center, tapi pabrik uang.”

RTX 5060: Diperkenalkan Singkat, Tanpa Driver

Secara mengejutkan, RTX 5060 benar-benar diumumkan, baik versi desktop maupun laptop — dijual mulai $299. Namun, hanya disebutkan sepintas di awal presentasi, bahkan driver-nya belum dirilis untuk pengujian media. Ini semakin menegaskan: produk GeForce kini bukan prioritas utama Nvidia, setidaknya dari sudut pandang bisnis.

Langkah Nvidia sebenarnya bisa dimengerti. Pasar GPU gaming memang besar, tapi margin dan pertumbuhan terbesar kini datang dari sektor enterprise AI. Penjualan GPU ke perusahaan seperti OpenAI dan Meta mendatangkan miliaran dolar dalam bentuk repeat order, bukan hanya penjualan ritel satuan seperti kartu grafis gaming.

Namun, pivot ini juga membawa implikasi serius bagi pengguna PC konsumen. Kurangnya perhatian terhadap driver, absennya roadmap GeForce yang jelas, serta minimnya informasi teknis untuk publik, bisa membuat ekosistem gaming Nvidia makin tertinggal — terutama di segmen menengah.

Pernyataan Huang, “GeForce yang membawa kami ke titik ini, tapi sekarang keynote kami 90% bukan GeForce,” memang jujur. Tapi juga menyiratkan bahwa gamer dan pengguna PC tradisional bukan lagi pusat perhatian Nvidia. Apakah ini berarti konsumen perlu mulai melirik pesaing seperti AMD, terutama di segmen mainstream dan midrange?

COMPUTEX 2025 jadi titik balik simbolis. Nvidia bukan lagi produsen GPU gaming terdepan — mereka sekarang adalah pemain utama infrastruktur AI global. Untuk para gamer dan kreator PC, pertanyaannya bukan lagi kapan RTX 5090 rilis, tapi apakah Nvidia masih peduli dengan kalian?

You May Also Like

More From Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments