Salah satu insiden paling kontroversial di dunia hardware PC tahun ini kembali mencuat setelah Bryan Bilowol dari Tech YES City mengungkap kematian mendadak prosesor Ryzen 9 9950X miliknya—yang diduga terjadi akibat motherboard ASRock X870 Steel Legend. Ini bukan kasus tunggal: beberapa varian Ryzen 9000 Series, termasuk 9800X3D, telah dilaporkan mengalami kegagalan serupa, terutama ketika dipasangkan dengan motherboard kelas menengah dan atas dari ASRock.
Cek juga: Corsair ONE i600: PC Kompak Bertenaga RTX 5080, Harga Kisaran 81 Jutaan
Dalam wawancara eksklusif di Computex 2025, tim motherboard ASRock akhirnya memberikan sedikit kejelasan. Bilowol menyampaikan bahwa penyebab utama diduga berasal dari pengaturan PBO (Precision Boost Overdrive) yang terlalu agresif, terutama pada parameter EDC (Electric Design Current) dan TDC (Thermal Design Current).
ASRock menyatakan bahwa motherboard mereka—seperti B650E, X670E Taichi, dan B850 Steel Legend—secara default menjalankan CPU Ryzen 9000 Series pada batas PBO tertinggi, tanpa mempertimbangkan toleransi variabel antar-sampel CPU (terutama sampel awal). Ini menghasilkan lonjakan ampere dan panas yang sulit dikendalikan, dan dalam beberapa kasus, menyebabkan kerusakan permanen pada CPU.
Janjikan Perbaikan Lewat BIOS Update
Menurut Tech YES City, ASRock kini telah meluncurkan pembaruan BIOS untuk menangani isu ini. Pengguna disarankan segera memperbarui firmware motherboard, khususnya bagi mereka yang menggunakan prosesor Ryzen 9000 non-X3D dan motherboard ASRock kelas menengah ke atas.
Yang menarik, ASRock menyebut bahwa model low-end seperti A620 HDV tidak terdampak. Alasannya? Board tersebut memang sudah memiliki pembatasan PBO bawaan karena keterbatasan desain daya. Ini mengindikasikan bahwa masalah ini lebih bersifat desain firmware dan kontrol daya, bukan kegagalan hardware murni.
Meski BIOS terbaru diklaim telah memperbaiki masalah ini, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari ASRock pusat. Bahkan, beberapa bulan lalu, cabang ASRock Jepang sempat menuduh komunitas hardware menyebarkan “misinformasi,” sebelum akhirnya insiden ini diakui secara teknis.
Lebih jauh lagi, ini juga menyoroti bagaimana ekosistem motherboard dan CPU modern kadang terlalu mengejar performa tanpa cukup pengujian lintas varian hardware. Bila produsen motherboard mulai menyetel parameter daya terlalu tinggi sebagai default, pengguna awam bisa menanggung risikonya tanpa sadar.
Jika kalian menggunakan Ryzen 9000 Series di motherboard ASRock mid/high-end, segera cek versi BIOS kalian. Update terbaru diklaim memperbaiki kesalahan setting daya agresif yang bisa menyebabkan kerusakan CPU. Jangan anggap enteng—kerusakan seperti ini bisa berujung pada garansi yang rumit, dan tentu saja, kehilangan perangkat mahal.
Satu catatan penting: kontrol daya bukan sekadar soal performa, tapi juga soal keamanan hardware. Ini pelajaran penting untuk vendor dan pengguna.
