|

PC Berbasis Arm Siap Tantang Dominasi Prosesor x86

Peluncuran PC berbasis Arm dari Microsoft dan Qualcomm telah memicu diskusi signifikan di dunia teknologi, dan beberapa ahli memperkirakan hal ini dapat menandakan dimulainya peralihan besar dari prosesor x86. Salah satu yang paling optimis adalah CEO Arm Rene Haas, yang percaya bahwa lebih dari separuh PC Windows akan didukung oleh chip berbasis Arm pada tahun 2029.

Cek juga: DeepCool Tampilkan Inovasi Terkini di Computex 2024

Bulan lalu, Microsoft meluncurkan PC Copilot+ AI-nya, yang menampilkan SoC Snapdragon X Elite dan Snapdragon X Plus berbasis Arm dari Qualcomm. Microsoft mengklaim bahwa laptop Surface terbarunya, yang ditenagai oleh Snapdragon X Elite, lebih cepat hingga 58% dibandingkan M3 MacBook Air milik Apple, sekaligus menawarkan daya tahan baterai yang unggul. Meskipun klaim kinerja ini didukung oleh pengujian yang didanai Microsoft, hasil awal tampak menjanjikan.

PC Berbasis Arm Siap Tantang Dominasi Prosesor x86

PC Windows berbasis Arm bukanlah hal baru, namun prosesor Snapdragon terbaru menarik banyak perhatian karena kinerjanya, yang kini sebanding dengan CPU x86 kelas atas. Dalam wawancara dengan Reuters, Haas menyatakan keyakinannya terhadap masa depan Arm, dengan menyatakan, “Pangsa pasar Arm di Windows—saya pikir, dalam lima tahun ke depan, pangsa pasarnya bisa lebih baik dari 50%.” Dia menyoroti komitmen kuat Microsoft terhadap Arm dari perspektif perangkat lunak, dan mencatat kemajuan signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Momentum Industri

PC Copilot+ berbasis Arm terutama ditujukan untuk laptop konsumen, tetapi Qualcomm juga menawarkan kit pengembangan Windows Snapdragon X dalam format desktop mini. Di Computex, CEO Qualcomm Cristiano Amon mengumumkan bahwa chip Snapdragon X Elite dan X Plus akan digunakan di berbagai jenis perangkat, termasuk desktop masa depan. Prediksi Haas kemungkinan besar mencakup laptop dan desktop yang menjalankan Windows.

Pabrikan besar seperti Dell, HP, Acer, Asus, Samsung, dan Lenovo mendukung inisiatif Microsoft, yang menunjukkan dukungan industri yang kuat. Namun, gagasan bahwa PC x86 akan kehilangan sebagian besar pangsa pasarnya hanya dalam waktu lima tahun dipandang oleh banyak orang sebagai hal yang terlalu ambisius.

Menurut analis Canalys Kieren Jessop, PC berbasis Arm saat ini hanya menyumbang 8-10% dari pengiriman triwulanan, yang sebagian besar merupakan perangkat Apple Silicon. Jessop memperkirakan bahwa Arm dapat menguasai 30% pasar PC pada tahun 2026. Ia berpendapat bahwa melebihi pangsa tersebut akan memerlukan perpindahan yang signifikan, dan tidak mungkin, dari Intel untuk memproduksi chip Arm-nya sendiri.

Menanggapi meningkatnya minat terhadap Arm, Intel dan AMD telah mengumumkan CPU mereka yang berfokus pada AI—Intel Lunar Lake dan AMD Ryzen AI 300. Prosesor x86 baru ini bertujuan untuk menyaingi penawaran Qualcomm, dengan kinerja yang serupa atau lebih unggul.

Tantangan ke Depan

Meskipun PC berbasis Arm yang baru menunjukkan hasil yang menjanjikan, masih terdapat beberapa kendala. Ekosistem perangkat lunak yang lebih luas dan masalah kompatibilitas secara historis menghambat penerapan PC Windows berbasis Arm. Meskipun Microsoft telah membuat kemajuan signifikan, dukungan perangkat lunak yang luas sangat penting agar dapat diterima secara lebih luas.

Pengenalan PC berbasis Arm dari Microsoft dan Qualcomm mewakili momen yang berpotensi transformatif bagi industri. Namun, proyeksi bahwa prosesor berbasis Arm akan memberi daya pada lebih dari separuh PC Windows pada tahun 2029 cukup optimis. Pangsa pasar saat ini, ditambah dengan respons kompetitif yang kuat dari para pemain x86 dan laju transisi industri, menunjukkan pertumbuhan yang lebih terukur. Arm siap untuk meraih pangsa pasar yang signifikan, namun mencapai angka 50% dalam lima tahun ke depan akan menjadi suatu prestasi yang menantang.

Similar Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments