|

CPU Loongson Asal Tiongkok Kini Bisa Bersaing Dengan Intel 10th Gen

Minggu ini di Beijing, perusahaan teknologi Tiongkok Loongson membuat klaim signifikan mengenai kemajuannya dalam pengembangan prosesor, menegaskan independensinya dari kekayaan intelektual pihak ketiga dan berupaya bersaing dengan pemimpin industri seperti arsitektur x86 dan Arm.

Cek juga: Penjelasan Generasi PCIe SSD M.2: Gen3, Gen4, & Gen5

Pada acara pers, Wakil Presiden Loongson Zhang Ge merinci pencapaiannya, terutama dalam meningkatkan kinerja single-core dari prosesornya, yang kini mengalami peningkatan hingga 20 kali lipat, meskipun kinerja multi-core masih tertinggal di belakang pesaing utama.

Sorotan tertuju pada prosesor terbaru perusahaan, 3B6600 dan 3B7000, yang mewakili langkah selanjutnya dalam arsitektur “Dragon” Loongson. 3B6600, dirancang untuk aplikasi mobile, memiliki delapan core LA864 yang berjalan pada 3 GHz dan dilengkapi dengan grafis “LG200” terintegrasi. 3B7000, kemungkinan ditujukan untuk desktop, memiliki kecepatan clock lebih tinggi yaitu 3,5 GHz dan mendukung berbagai antarmuka modern termasuk PCIe 4.0, SATA 3.0, USB 3.0, GMAC, dan HDMI.

Dari segi grafis, Loongson juga tidak ketinggalan. Perusahaan ini memperkenalkan arsitektur GPU yang ditingkatkan yang mampu mendukung OpenGL 4.0, OpenCL 3.0, dan menampilkan inti tensor INT8 yang dirancang untuk meningkatkan aplikasi berbasis AI. GPU terintegrasi menghasilkan 256 GFLOPS yang patut dipuji, sementara varian diskrit berpotensi mencapai hingga 1 TFLOP, menjadikannya pesaing serius untuk tugas-tugas yang lebih intensif grafis.

Kemajuan ini mengikuti peluncuran chip 3A6000 tahun lalu, sebuah prosesor quad-core yang menyamai kinerja CPU Intel generasi ke-10 pada tahun 2020, menurut tolok ukur yang dilakukan oleh lembaga pengujian Tiongkok. Chip ini, yang berjalan pada 2,5 GHz, mendapat skor kompetitif dalam pengujian standar industri dan didasarkan pada arsitektur set instruksi LoongArch Loongson, yang berasal dari MIPS.

Perkembangan ambisius Loongson terjadi ketika Tiongkok terus mendorong kemandirian teknologi, khususnya di industri semikonduktor. Pemerintah Tiongkok telah membatasi penggunaan produk Intel dan AMD di sektor-sektor penting dan dengan gencar mempromosikan produk alternatif dalam negeri. Kemajuan Loongson dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Tiongkok pada chip asing, terutama di bidang-bidang strategis seperti pendidikan dan pemerintahan.

Ketika Loongson terus menyempurnakan teknologinya dan memperluas kemampuannya, prosesor-prosesornya akan segera menjadi pemandangan umum di PC konsumen di seluruh Tiongkok, menantang dominasi lama para pembuat chip Barat yang sudah mapan dan membentuk kembali lanskap semikonduktor global.

Similar Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments