| |

SoC (System on a Chip) vs CPU : Pengertian & Perbedaan Utamanya

Istilah SoC (System on a Chip) dan CPU (Central Processing Unit) merupakan dua komponen kunci dalam perangkat komputasi modern, namun keduanya memiliki peran dan karakteristik berbeda.

Simak perbandingan antara SOC dan CPU dibawah ini.

Cek juga : Layar OLED vs IPS : Keuntungan & Kekurangannya

Definisi Utama

SoC (System on a Chip)

Pertama kita bahas dulu SoC (System on a Chip), dimana ini merupakan sistem komputasi lengkap yang mengintegrasikan berbagai komponen, termasuk CPU, GPU (Graphics Processing Unit), memori, penyimpanan, antarmuka I/O, dan terkadang bahkan hardware khusus (seperti akselerator AI ) yang ditanam dalam satu chip. SoC umumnya digunakan di smartphone, tablet, dan sistem integrated.

CPU

CPU (Central Processing Unit), dimana ini merupakan pemrosesan utama komputer. CPU mengeksekusi instruksi dari program software, melakukan perhitungan, dan mengelola aliran data. Dalam kebanyakan kasus, CPU adalah chip yang berdiri sendiri atau bagian dari chipset yang lebih besar pada motherboard.

Komponen Yang Terkait

SoC tidak hanya mencakup CPU tetapi juga komponen penting lainnya, seperti GPU, pengontrol memori, antarmuka konektivitas (Wi-Fi, Bluetooth, dll.), dan seringkali akselerator perangkat keras untuk tugas tertentu (misalnya AI, pemrosesan gambar) . Sedangkan CPU sepenuhnya bertanggung jawab untuk melaksanakan instruksi dan perhitungan tujuan umum. Itu bergantung pada komponen eksternal, seperti RAM, penyimpanan, dan GPU, untuk fungsi lainnya.

Tujuan

  • SoC dirancang untuk perangkat yang lebih kecil dan hemat daya seperti ponsel cerdas, tablet, perangkat IoT, dan sistem tertanam. Hal ini bertujuan untuk memberikan solusi komputasi yang lengkap, kompak, dan hemat energi untuk perangkat ini.
  • CPU berfungsi sebagai unit pemrosesan inti di komputer desktop dan laptop tradisional. Ini dioptimalkan untuk komputasi kinerja tinggi dan tugas tujuan umum. Itu juga dapat ditemukan di server dan workstation.

Fleksibilitas

SoC dirancang untuk jenis perangkat dan kasus penggunaan tertentu. Meskipun sangat terintegrasi dan hemat daya, namun mungkin tidak sefleksibel atau dapat diupgrade seperti CPU desktop tradisional.

Sedangkan CPU (misal)  Desktop seringkali lebih fleksibel dan dapat diupgrade atau diganti untuk meningkatkan kinerja. Mereka cocok untuk berbagai macam aplikasi dan dapat menjalankan berbagai sistem operasi dan software.

Kesimpulan

Singkatnya, SOC dan CPU memiliki tujuan berbeda dalam komputasi. SOC dirancang untuk perangkat yang ringkas dan hemat daya, sedangkan CPU difokuskan pada komputasi berkinerja tinggi di lingkungan desktop dan server tradisional. Pilihan di antara keduanya bergantung pada persyaratan spesifik perangkat atau sistem yang bersangkutan.

Similar Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments