|

Evolusi ATI Radeon: Perintis Inovasi Grafis & Sekilas Sejarah

Di bidang teknologi grafis, ATI Radeon (sekarang salah satu divisi dari AMD) telah menjadi pionir sejak didirikan pada tahun 1985 oleh Lee Ka Lau, Francis Lau, Benny Lau, dan Kwok Yuen Ho. Simak perjalanan ATI, mulai dari awal berdirinya hingga kemajuan inovatif dalam pemrosesan grafis dibawah ini.

Fondasi dan Pertumbuhan Awal

Didirikan sebagai Array Technology Inc., ATI awalnya berfokus pada produksi kartu grafis terintegrasi untuk OEM seperti IBM dan Commodore. Pada tahun 1987, ATI bertransisi menjadi pengecer kartu grafis independen, meluncurkan lini produk seperti EGA Wonder dan VGA Wonder.

Evolusi ATI Radeon: Perintis Inovasi Grafis & Sekilas Sejarah

Perkembangan perusahaan ini meningkat pesat pada awal tahun sembilan puluhan dengan diperkenalkannya prosesor grafis yang mampu melakukan pemrosesan secara independen, menandai awal dari perjalanan transformatifnya.

Inovasi dalam Pemrosesan Grafis

Pada tahun 1994, ATI meluncurkan akselerator Mach64, yang mendukung Graphics Xpression dan Graphics Pro Turbo, menawarkan dukungan perangkat keras untuk fungsionalitas tingkat lanjut seperti konversi ruang warna YUV-to-RGB dan zoom perangkat keras. Pengenalan seri 3D Rage menandai tonggak penting, mengintegrasikan kemampuan akselerasi 2D dan 3D. Jajaran ATI Rage muncul sebagai pesaing tangguh di pasar grafis, menawarkan alternatif yang layak untuk chipset yang sudah ada.

Evolusi ATI Radeon: Perintis Inovasi Grafis & Sekilas Sejarah

ATI kemudian mendiversifikasi penawaran produknya dengan memperkenalkan lini All-in-Wonder pada tahun 1996, mengintegrasikan chip grafis dengan fungsionalitas TV tuner, sebuah terobosan dalam teknologi multimedia. Perusahaan ini semakin berkembang ke sektor komputasi mobile, memenuhi kebutuhan unik laptop dengan lini produk Mobility. Akuisisi strategis, termasuk aset grafis Tseng Labs, memperkuat keahlian dan kehadiran pasar ATI.

Hadirnya Radeon

Pada tahun 2000, ATI meluncurkan lini produk grafis Radeon, menampilkan desain inovatif dengan akselerasi 3D DirectX 7.0 dan kemampuan video tingkat lanjut.

Seri Radeon menetapkan standar baru dalam pemrosesan grafis, menawarkan rangkaian produk yang disesuaikan dengan beragam segmen pasar, mulai dari game kelas atas hingga perangkat Mobile.

Kolaborasi dan Akuisisi

Kolaborasi ATI dengan produsen konsol game semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri. Akuisisi ArtX mengarah pada pengembangan chip grafis untuk konsol GameCube dan Wii, sementara Microsoft meminta ATI untuk merancang inti grafis untuk Xbox 360. Akuisisi strategis, termasuk IP modem kabel Terayon, memperluas pijakan ATI di pasar televisi digital konsumen.

Pada tahun 2006, AMD mengakuisisi ATI dalam sebuah kesepakatan penting, yang mengantarkan era baru inovasi grafis. Integrasi operasi ATI ke dalam Grup Produk Grafis AMD membuka jalan bagi pengembangan yang sinergis. Restrukturisasi AMD selanjutnya menyebabkan munculnya Radeon Technologies Group (RTG), yang didedikasikan untuk memajukan teknologi grafis. Pengenalan mikroarsitektur seperti TeraScale dan Graphics Core Next (GCN) menunjukkan komitmen ATI untuk mendorong batas-batas pemrosesan grafis.

Menuju Masa Depan

Karena ATI, yang kini menjadi bagian dari AMD, terus berinovasi, industri ini sangat menantikan kontribusinya di masa depan. Dengan diumumkannya GPU seri terbaru berbasis RDNA3 baru-baru ini, ATI menegaskan kembali dedikasinya untuk menghadirkan solusi grafis mutakhir, menantang pesaing, dan membentuk masa depan komputasi visual.

Seiring dengan terus berkembangnya warisan ATI dalam ekosistem AMD, satu hal yang pasti: semangat kepeloporan dan komitmen terhadap inovasi akan terus mendorong kemajuan teknologi grafis di tahun-tahun mendatang.

Similar Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments